- Tatap Era Baru Pasca Alih Status Kampus, UINKA Gelar Musyawarah Pembentukan Ormawa Transisi
- Dari Buruh Pinang Hingga Meraih Gelar Doktor: Perjalanan Inspiratif Dr. Fathul Anwar, S.Pd., M.Pd
- Dari Anak Petani Hingga Raih Doktor: Perjalanan Inspiratif Dr. Sahroni, S.Pd.I., M.Pd.I
- LDK FORSIMA UINKA Sukses Gelar An-Nadwah Islamic Student Camp 2026
- UINKA Gelar Pelatihan Standar Pelayanan Prima untuk Pejabat dan Tendik
- Bekali Mahasiswa Sebelum Terjun ke Masyarakat, UINKA Gelar Diklat Kukerta 2026
- UINKA Gelar Wisuda Angkatan XXII di GOR Sport Center Tanjab Barat
- Tingkatkan Kapasitas Guru, Magister PAI UINKA Inisiasi Visiting Lecture dan PKM Inklusif
- Maulid Nabi dan Kuliah Umum UINKA 2026: Mengintegrasikan Akhlakul Karimah dengan Teknologi Modern
- Resmi Dibuka, PBAK UINKA 2026 Sambut Mahasiswa Baru di Aula Gedung 6
Dari Anak Petani Hingga Raih Doktor: Perjalanan Inspiratif Dr. Sahroni, S.Pd.I., M.Pd.I

Dari Anak Petani Hingga Raih Doktor: Perjalanan Inspiratif Dr. Sahroni, S.Pd.I., M.Pd.I Membuktikan Keterbatasan Bukan Penghalang
KUALA TUNGKAL — Keberhasilan meraih gelar tertinggi akademik bukanlah lintasan balap yang instan, melainkan marathon panjang yang menuntut ketekunan, pengorbanan, dan ketulusan. Prinsip ini dibuktikan nyata oleh Dr. Sahroni, S.Pd.I., M.Pd.I., Direktur Pascasarjana Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal. Perjalanan hidup putra daerah asal Jambi ini menjadi bukti hidup bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah tembok penutup impian untuk menggapai puncak jenjang pendidikan.
Lahir pada 18 April 1990 di Desa Teluk Ketapang, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Dr. Sahroni dibesarkan dalam keluarga sederhana sebagai putra ketiga dari pasangan Bapak H. Rohmad dan Ibu Hj. Masrifah. Orang tuanya sehari-hari menggantungkan hidup dari bertani padi dan berkebun.
Baca Lainnya :
- AL LAMEMBA PRODI MBS0
- MAHASISWA BARU STAI AN-NADWAH ANTUSIAS MENGIKUTI KULIAH UMUM BERSAMA PAK KATAMSO0
- Kemenag RI-LDDP, gelar short course peningkatan kompetensi Dosen. 0
- Rektor UIN Sutha Jambi Berikan Pesan Befikir Benar/ Logis dan Hindari Plagiasi kepada Peserta PKDP U0
- Keikutsertaan STAI An-Nadwah short course Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) LPDP-KEMENAG0
Jejak Panjang Pendidikan dan Dedikasi
Pendidikan dasar Dr. Sahroni dimulai di SD Negeri Teluk Ketapang (lulus 2002), berlanjut ke MTsS Darussalam (lulus 2005), dan MA PHI Kuala Tungkal (lulus 2008). Melanjutkan pendidikannya, ia kemudian merantau untuk menempuh jenjang S-1 Jurusan Pendidikan Bahasa Arab di Fakultas Tarbiyah STAIN Ponorogo hingga lulus pada 2012.

Tidak berhenti di sana, ia langsung melanjutkan studi magister (S-2) di kampus yang sama hingga meraih gelar Magister Pendidikan Islam pada tahun 2015. Komitmennya pada dunia pendidikan mengantarkannya menempuh studi doktoral (S-3) di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sejak tahun 2024 dan berhasil diselesaikan dengan baik pada tahun 2026.
Selain memimpin Pascasarjana Universitas Islam An-Nadwah, sosok yang dikenal santun ini juga aktif mengabdi di masyarakat sebagai Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tanjung Jabung Barat serta Ketua Yayasan Pendidikan Thoriqul Huda Kuala Tungkal.

Kekuatan Doa Orang Tua dan Filosofi Memudahkan Urusan
"Perjalanan dari seorang anak petani dan pekebun hingga meraih gelar doktor mengajarkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang meraih cita-cita. Keberhasilan ini adalah buah dari ketulusan doa orang tua, bimbingan para guru, serta pertolongan Allah SWT yang senantiasa mengiringi setiap langkah," ungkapnya.
"Ketika kita berusaha membantu dan memudahkan urusan sesama, Allah SWT akan mempermudah urusan kita dengan cara dan waktu yang tidak pernah kita duga. Kebaikan harus dilakukan kepada siapa saja, sebab setiap kebaikan memiliki nilai tersendiri di sisi-Nya," tambahnya.
Pesan Utuh untuk Generasi Muda

Menutup pengalamannya, Dr. Sahroni menyampaikan pesan mendalam bagi generasi muda dan mahasiswa yang saat ini sedang berjuang menempuh pendidikan:
"Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan atau tingginya gelar, tetapi juga oleh doa, adab, ketulusan, dan kebaikan hati. Sayangilah dan bahagiakan orang tuamu hingga mereka mendoakanmu tanpa diminta. Muliakan guru-gurumu hingga namamu selalu hadir dalam doa-doa terbaik mereka. Dan berbuat baiklah kepada sesama tanpa menghitung keuntungan.” tutupnya.




